Simulasi pertumbuhan majemuk 20 tahun dari reinvestasi dividen (DRIP) sering menghasilkan simpangan margin kesalahan yang parah pada fase koreksi (drawdown). Rasio beban pengeluaran (expense ratio) dan volatilitas nilai tukar berfungsi sebagai risiko tersembunyi (hidden risk) yang fatal dan kerap diabaikan dalam model pengujian data historis (backtest) jangka panjang. Perbedaan daya tahan terhadap penurunan pasar antara ETF berdividen tinggi (SPYD) dan ETF pertumbuhan dividen (SCHD) memicu selisih hingga lebih dari 30% pada tingkat pengembalian kumulatif. Simulasi pertumbuhan majemuk 20 tahun melalui reinvestasi dividen (DRIP) kerap digunakan sebagai materi pemasaran standar di industri manajemen aset. Konsensus pasar yang mengasumsikan pertumbuhan stabil di level 8% per tahun memberikan rasa aman secara psikologis bagi investor. Namun, data mikro dari pasar keuangan secara tegas menolak asumsi linier ini. Simulasi spreadsheet yang mengabaikan faktor risiko dan volatilitas hanyalah ilusi statistik. Catatan riset ini membedah risiko volatilitas yang dihadapi oleh model DRIP 20 tahun berdasarkan data ekonomi riil historis, serta menganalisis ancaman erosi modal substantif yang tertutupi oleh konsensus umum.
...